bUS00HWDZt79zfQ1wwxxb0EHX4Qi1Vsw4iZheUJe

Riba - Jenis-Jenis Riba, Pengertian, dan Dasar Hukumnya Serta Azab Riba Dalam Islam

Riba dan Dasar Hukumnya

Apa itu Riba?

Hampir seluruh masyarakat secara umum mengerti apa itu yang dimaksud dengan riba, jika teman-teman coba untuk survei atau bertanya kepada orang-orang yang ada di jalan, kantor ataupun pegawai bank itu sendiri apa itu riba? mereka pasti akan mengetahui jawabannya.

Dalam bahasa arab riba adalah ziyadah atau tambahan. Dalam pengertian lain riba juga berarti tumbuh atau membesar. Sedangkan menurut syari'at Islam riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjaman secata batil atau bertentangan dengan prinsip muamalah dalam Islam.

Jenis-Jenis Riba

Kalau secara umum atau garis besarnya riba terbagi menjadi dua yaitu riba utang -piutang dan riba jual beli. Untuk riba jenis pertama terbagi menjadi dua yaitu riba qardh dan riba jahiliyyah. sedangkan untuk riba jenis kedua atau riba jual beli terbagi menjadi dua juga yaitu riba fadhl dan riba nasi'ah. Biar lebih jelas lagi simak penjelasan singkat dibawah ini ya mengenai maksud dari masing-masing riba tersebut:

1. Riba Qardh, bisa dikatakan mengambil suatu menfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan kepada orang yang berhutang, nama orang yang berhutang disebut (muqtaridh)

2. Riba Jahiliyyah, yaitu utang yang dibayar lebih dari besaran pinjaman pokoknya dikarenakan si peminjam mengembalikan utangnya lewat dari batas waktu yang ditetapkan, atau bisa kita sebut dengan kata lainnya bunga gitu deh

3. Riba Fadhl, merupakan pertukaran yang terjadi antara barang yang sejenis dengan kadar atau nilai yang berbeda, sedangkan barang yang ditukarkan termasuk jenis baran ribawi. 

4. Riba Nasi'ah, yaitu penangguhan, penyerahan, atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba Nasi'ah ini bisa muncul dikarenakan adanya perbedaan, perubahan atau tambahan yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian. untuk melengkapi ilmu ekonomi Islam yang lain baca juga : Akad Wadi'ah dalam Islam

Dasar Hukum Riba

Berdarkan pengertian riba dan apa itu jenis-jenis riba yang telah dipaparkan diatas, Ibnu Hajar al-Haitsami beketa : "Riba itu terbagi atas 3 jenis: riba fadhl, riba al-yaad, dan riba an-nasi'ah. Al-Mutawally menambahkan jenis keempat, yaitu riba al-qardh, beliau juga menyatakan bahwa semua jenis ini diharamkan secara ijma berdasarkan nash Al-Qur'an dan hadits Nabi."

Allah juga berfirman :

"Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh Allah Maha Penyayang kepadamu." QS. An-nisa:29

berdasarkan firman Allah diatas dalam Qur'an surah An-nisa ayat 29. dapat kita pahami bahwa riba merupakan suatu cara yang tidak dibenarkan dalam mencari harta ataupun nafkah. Hal ini dikarenakan riba termasuk dalam cara mencari harta dengan cara yang tidak benar dan mendzolimi banyak orang.

Hukuman Bagi Pelaku Riba

Yang pertama harus kita pahami adalah bahwa sesuatu yang dilarang kemudian kita kerjakan tentulah kita akan mendapatkan hukuman. Nah, begitu jugalah konsekuensinya jika kita melanggar hukumnya Allah yang telah mengharamkan riba tapi kita masih menjalankannya. Kalau kita sudah tau dapat hukuman, yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah apa hukuman itu benar bukan. Berbicara masalah hukum gak ada salahnya jika kita baca juga 4 azab pelaku riba saat di dunia.

sebelum jauh melangkah ke hukuman apa yang kita dapat jika melakukan riba, kita juga harus tau Allah melarang riba bukan tanpa solusi, melainkan ada solusinya tapi terkadang kita enggan melakukannya atau mencaritahunya. solusinya adalah:

"Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barang siapa yang mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu ia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal didalamnya." QS. Al-Baqarah :275

Nah sudah jelaskan ada alternatif lain selain riba, dan masih ada alternatif lainnya. dan Allah juga mengatakan dalam ayat tersebut bahwa orang yang melakukan riba padahal telah mendapati peringatan dan mereka tetap mengulanginya tempat mereka adalah di neraka. Masih mau nih makan hasil riba. yuk sama-sama taubat.

tapi bagaimana jika kasusnya jika kita hanya sebagai perantara, misal hanya menjadi tukang catat atau saksi dalam transaksi riba. simak hadits dibawah ini teman;

"Rasulullah Shallallahu 'alahi wa sallam mengutuk orang yang memakan riba, yang mewakilkannya, penulisnya dan dua orang saksinya. Dan Beliau bersabda, 'mereka itu sama (dalam dosa),'" HR. Muslim

Nah sudah jelas belum, sudah jelas ya. jadi intinya mari sama-sama kita jauhi riba sekut mungkin, walaupun kita juga tetap akan terkena walau hanya debu riba. Mudah-mudahan Allah lindungi kita dari dosa riba aamiin.

Raghib Sumahdi
petualang ilmu akhirat

Related Posts

Posting Komentar