bUS00HWDZt79zfQ1wwxxb0EHX4Qi1Vsw4iZheUJe

Ikhlas Dasar Jernihnya Pikiran

Sebelum masuk pada pembahasan kali ini bagi kalian yang belum baca postingan sebelumnya tentang "manusia makhluk Allah yang sempurna" disarankan untuk membaca terlebih dahulu agar pembahasannya nyambung oke...

 

Bagi kita yang beragama islam tentu yakin bahwa islam adalah agama yang sempurna. Bukan hanya cara hidup kita yang diatur bahkan bagaimana kita seharusnya berpikir pun juga diatur didalam agama islam. Kita diharuskan untuk bisa berpikir jernih dan tidak lengah terhadap pikiran-pikiran kotor yang merasuk ke dalam diri. Oleh karenanya kita harus semaksimal mungkin menekan atau meminimalkan pikiran-pikiran kotor yang ingin masuk kedalam akal kita dengan cara memaksimalkan fungsi akal yang diberikan Allah untuk berpikir positif.

 

Jika memang kita diharuskan demikian, lantas bagaimana agar pikiran kita jernih atau bisa kita sebut berpikir islami? caranya cukup sederhana yaitu bagi seorang muslim untuk mencapai pikiran yang islami adalah dengan mengusai ilmu keikhlasan. Mengapa demikian? karena ikhlas merupakan komponen intisari dalam keimanan manusia kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

 

Ikhlas menurut bahasa adalah bersih dari kotoran. kotoran yang dimaksud adalah kotoran pikiran dan hati. Ikhlas juga dikatakan sebagai perbuatan menjadikan sesuatu yang bersih agar tidak kotor. dari sini kita dapat pahami bahwa ikhlas adalah konsep seseorang menjadikan agamanya murni hanya karena Allah semata. 

 

Sedangkan menurut istilah, ikhlas adalah menjadikan niat hanya untuk mengharapakan ridha Allah dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya. Untuk menjadi orang yang ikhlas Allah juga telah mengajarkannya pada kita di dalam firmannya :

Katakanlah : Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. QS. AL-An’am : 162

 

Ayat tersebut mengajarkan kita untuk menyerahkan segala sesuatu  kepada Allah dengan kata lain mengajarkan kita keikhlasan. Ikhlas dalam penjelasan ayat di atas adalah dalam bentuk ketauhidan dan dasar keikhlasan bagi seorang memberi, berbagi dan melakukan hal lain adalah ketauhidan. Oleh karena itu ketika kita memberi orang lain, dikatakan ikhlas ketika kita tidak berharap apapun dari apa yang kita berikan selain ridha Allah Swt.

 

Dalam surat lain Allah berfirman :

“Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugrahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat”. QS. Shaad : 46

 

Akhlak yang tinggi dalam ayat tersebut dikatakan adalah teringat kepada alam akhirat. Dengan demikian keikhlasan disertai akhlak yang tinggi yaitu mengingat kematian dengan tujuan akhirat. Dari pembahasan dikatakan keikhlasan dan akhlak yang tinggi adalah kunci agar manusia bisa mencapai suatu hal yang dikatakan sebagai kejernihan akal dan pikiran.

 

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pikiran yang islami akan muncul ketika seseorang bisa mencapai tingkat keikhlasan. Keikhlasan adalah intisari keimanan sehingga kita bisa mengarahkan pikiran kita untuk berpikir positif islami.

 

Oke sampai sini dulu temen temen mudah-mudahan bermanfaat

Sampai jumpa ditulisan berikutnya….

 

 

 

 

 


Raghib Sumahdi
petualang ilmu akhirat

Related Posts

Posting Komentar

Follow