bUS00HWDZt79zfQ1wwxxb0EHX4Qi1Vsw4iZheUJe

Manusia Makhluk Allah yang Sempurna

hai guys... kalian pasti udah taukan???

manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk- makhluk lain yang Allah ciptakan bahkan manusia lebih sempurna daripada malaikat. lah kok bisa? bukannya malaikat itu makhluk yang taat banget ya kak? waduh sabar ya belum selesai jelasinnya nih..

 oke sekarang lanjut,  

manusia dilahirkan dengan membawa kemampuan-kemampuan yang disebut fitrah. Salah satu fitrah manusia ialah memiliki akal yang tidak dimiliki makhluk lain. Akal memiliki kemampuan untuk mengatur perilaku manusia, jadi ketika akal dipenuhi hal-hal baik, perilaku manusia akan baik juga, dan begitu juga sebaliknya..

kalau kita lihat potensi akal maka ada dua sisi, ada sisi negatif dan ada sisi positif. Hal inilah yang menjadikan manusia menjadi makhluk yang sempurna. karena kesempurnaan ini tidak sematkan pada makhluk lain contohnya malaikat yang tidak disematkan sifat negatif, dan setan yang tidak disematkan sifat positif. nah sampai sini pahamkan kenapa manusia lebih sempurna daripada malaikat.

tapi yang harus kita ketahui adalah kesempurnaan yang diberikan Allah kepada manusia memiliki tujuan. Hal ini sering dilupakan oleh manusia, padahal Allah Swt sudah mengingatkan kita dalam Al-Quran surah Adz- Dzariyat ;

"Tidaklah kami ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Aku" Q.S Adz-dzariyat : 56

melalui ayat ini seharusnya kita sadar bahwa Allah telah membangun kesadaran kita sebgai hambanya yakni makhluk yag diciptakan dengan tujuan utama beribadah kepada Allah. 

menguti pendapat imam Ibnu Taimiyah, yakni potensi dasar manusia adalahh bawaan yang ada pada dirinya pada saat lahir. Dimana potensi itu mengarah pada hal-hal kebaikan dan positif atas dasar naluri dan kecenderungan tauhid. kecenderungan tauhid yang dimaksud adalah untuk mengabdi kepada Allah Swt.

Namun yang harus kita ketahui lagi adalah dalam diri manusia bukan hanya disematkan akal saja, tetapi juga ghadab (marah) dan juga nafsy (syahwat). Kedua hal ini sangat mempengeruhi kinerja akal. Ketika marah bekerja maksimal maka akal tidak akan dapat berpikir jernih, begitu juga ketika syahwat menguasai akan maka kinerja akal tidak akan optimal.

So gimana caranya supaya akal bisa mengatasi marah dan syahwat itu. Hal yang bisa meredam hal ini adalah keimanan. Karena keimanan adalah menyadari posisi diri manusia sebagai apa dihadapan sang Pencipta.

Dalam Al-Qur’an manusia dikatakan sebagai al-insan  merujuk kepada kemampuan ilmu dan bidang-bidang lainnya. Dengan kemampuan-kemampuan itu Allah menjadikan manusia sebagai khalifah dimuka bumi. Allah berfirman

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat :’sesungguhnya Aku hendak menjadikan khlifah di muka bumi’. Mereka berkata :’mengapa Engkau hendak menjadikan (kalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbuh dengan memuju Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman : ‘sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. QS. Al-Baqarah : 30.

Selain itu manusia juga diberi kebebasan dalam memilih dan mengambil tindakan , tapi tentu ada balasannya karena secara logis setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan sekecil apapun itu.

Nah samapi sini udah taukan kenapa manusia itu dikatakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempura.

Terima kasih telah membaca dan semoga bermanfaat

Sampai jumpa ditulisan berikutnya.


Raghib Sumahdi
petualang ilmu akhirat

Related Posts

Posting Komentar