bUS00HWDZt79zfQ1wwxxb0EHX4Qi1Vsw4iZheUJe

KEBOSANAN YANG MEMATIKAN


Kebosanan yang Mematikan

Ikutilah Al-Qur’an dan jangan menjadikan Al-Qur’an mengikutimu. Sebab, siapa yang diikuti Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan mendorong tengkuknya hingga terlempar ke nereka.dan siapa yang mengikuti Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan membawanya ke Surga Firdaus (Umar bin Khaththab r.a)

Bosan Karena Jauh dari Al-Qur’an
Jika kau temukan kehendakmu tidak selaras dengan kenyataan, bisa jadi itu membosankan. Menanti sesuatu tanpa harapan juga membosankan, dan menanti kebaikan dari orang lain juga terkadang membosankan. Dan kalau kita tahu kebosanan itu bias jadi mematikan.  Pesan dari Utsman bin Affan r.a., “Jika hati kita bersih maka dia tidak akan pernah merasa bosan untuk membaca Al-Qur’an.”

Kalau kita telusuri lebih dalam musibah yang menimpa umat islam dan manusia sering hanya dibahas pada masalah teknik atau yang hanya terlihat oleh pancaindra, padahal ada hal atau faktor lain yang mempengaruhinya yaitu faktor nonteknis yang tidak terlihat oleh panca indra manusia tapi itulah penyebab utamanya, yaitu dosa. Dosa adalah tanda kebosanan seseorang terhadap kebaikan.
Allah berfirman :
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (kesalahan-kesalahan). (Q.S. Asy-Syura : 30)

Ali bin Abi Thalib r.a mengatakan :
“Tidaklah musibah turun melainkan karena dosa, dan musibah tersebut tidak hilang melainkan dengan taubat” (Al-Jawabul Kafi)

Sama halnya dengan kehancuran sebuah negeri, para pengamat dan sejarawan hanya berbicara pada permasalahan pemimpin yang lemah, ekonomi yang rusak, bencana alam dan lainnya. Padahal ada penyebab lainnya, yaitu dosa-dosa yang dilakukan oleh penduduk negeri tersebut.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).  Q.S Ar-Rum : 41

Masyarakatnya adalah orang-orang yang berbuat kemaksiatan, bukan berdakwah dan melakukan perbaikan, mereka malah melupakan Allah.
Allah berfirman :
“Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara dzalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan”. (Q.S Hud : 117)

Dari sini kita ketahui bahwa hal itulah yang terjadi kepada Andalusia, peradaban islam yang berdiri kurang lebih 800 tahun lamanya akhirnya hancur dengan runtuhnya kerajaan Granada. Penduduk Andalusia kala itu melupakan Allah, jauh dari ketaatan kepada-Nya, dan sibuk dengan memperebutkan singgahsana.
Kemudian apa yang membuat kerajaan Granada hancur. Ternyata penyebabnya adalah musik, penduduk Andalusia disibukkan dengan musik. Musik telah mengalahkan bacaan Al-Qur’an mereka, mengalahkan bacaan hadist-hadist mereka, dan melupakan dari peradaban ayat-ayat Allah.

Cukup sampai disini dulu ya, tunggu tulisan berikutnya
Kata bijak hari ini
“Perkara mubah, bila telah banyak maka ia semakin menyita pikiran dan memikat hati pelakunya. Sehingga membuatnya mangkir dari memberi pertolongan wajib dan memanfaatkan kesempatan emas”

Raghib Sumahdi
petualang ilmu akhirat

Related Posts

Posting Komentar